Hubungi Kami

  • Telp : 1500 686
  • |
  • Email : cs@oto.co.id

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, sistem pengendalian risiko Perusahaan merupakan fondasi dari kinerja Perusahaan secara keseluruhan yang dilakukan secara komprehensif dan terukur untuk mengendalikan dan meminimalisir dampak negatif profil risiko Perusahaan.


Praktik pengendalian risiko di PT Oto Multiartha dilakukan melalui kontrol internal yang kuat, membangun manajemen penagihan yang baik serta pemantauan dan analisa kualitas aset secara berkesinambungan.


Implementasi manajemen risiko di PT Oto Multiartha difokuskan pada pemantauan portfolio pembiayaan Perusahaan secara ketat mulai dari proses pemberian kredit hingga pelunasan melalui berbagai indicator yang diterapkan oleh Divisi Manajemen Risiko secara terukur, yaitu Indikator FID (First Installment Default), Indikator Collection Management & Flow Rate (Roll Rate), serta Indikator Loss Rate dan Vintage. Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan juga dilaksanakan dengan melakukan prediksi dan balancing antara tingkat profitabilitas (Loss Ratio) dengan tingkat potensi terjadinya kerugian (Overdue Ratio) di mana kesimpulan dari hasil prediksi tersebut merupakan landasan bagi manajemen untuk menerapkan rencana strategis pengendalian risiko Perusahaan di masa yang akan datang..


Komite Manajemen Risiko


Komite Manajemen Risiko merupakan komite di bawah Dewan Komisaris yang bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh Perseroan. Anggota Komite Manajemen Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris. Komite Manajemen Risiko ditetapkan melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.


Divisi Manajemen Risiko


Divisi Manajemen Risiko PT Oto Multiartha merupakan organ Perseroan yang memiliki fungsi menerapkan Manajemen Risiko sebagai bagian dalam Tata Kelola Perusahaan yang Baik.


Tugas Divisi Manajemen Risiko yaitu:


Mengidentifikasi seluruh jenis risiko yang berasal dari segenap kegiatan usaha unit–unit Perseroan serta menetapkan kebijakan dan strategi risk metrics & indikator–indikator manajemen risiko yang digunakan.
Membangun mekanisme risiko di setiap jenis risiko, termasuk akuntabilitas (accountability) dan pertanggungjawaban (responsibility) setiap unit.
Memperbaiki kebijakan dan prosedur pembiayaan dan memberikan arahan khususnya yang berkenaan dengan ketaatan terhadap kebijakan dan prosedur pembiayaan yang berlaku.
Menetapkan portfolio/exposure/sectoral limit untuk masing-masing industri.